sulit

Segelintir rindu, perawan malu-malu jatuhkan diri dari angkuhnya pagi
Kapan siap akan berpulang
Kurang peduli jika karam
Tahu-tahu sudah pagi

Sisa semalam cuma kita rasa, ampun-ampun kataku kelelahan
Sisa pesta kemarin juga masih lekat
Sisa rangkul perpisahan harumnya begitu lengket
Aku tolak sedu sedan
Tolak juga tiada asa

Advertisements

Jalang

Jangan hidupi aku dengan sederhana, sebab langit mencipta hujan sungguh kesulitan
Aku ini wanita jalang,
bisa buat kau senang
pun yang lain kubikin malang

Jangan masuk mengendap-endap, kucing saja aku tahu jika menatap
Jengah ada dihadap
Kau pulang sudah siap kudap
Hanya mampir basah sedap

Jangan lupa aku ini wanita jalang!

Rindu Kata-kata

Sialan!
Malam ini aku merindu
Padahal jelas sekali aku bosan
Tapi rasanya beda
Entah mengapa

Sosoknya tak pernah kutemui
Hanya berlindung pada kata-kata
layar kaca
Tapi kenapa
aku bisa rindu?

Rasanya terpacu untuk merindu
Dalam malam yang malu-mau
Tapi aku mau
Aku rindu

Sedang Ingin

Aku sedang ingin bercumbu, diantara rerumputan yang berembun

Dipacu waktu, sebab ingin sejak lama

Ingin yang dihadirkan, jua dihardik-hardik

Tidak bernorma katanya

Namun, tak apakah terlanjur?

Pelan-pelan angin menegur, tirai itu tersibak

Bidang berbentuk tembok menyeringai

Aku pasrah sudah

Lalu basah

Sekali lagi kain itu tersibak

Lalu diam,

Diam-diam kami merayakannya.