Jalang

Jangan hidupi aku dengan sederhana, sebab langit mencipta hujan sungguh kesulitan
Aku ini wanita jalang,
bisa buat kau senang
pun yang lain kubikin malang

Jangan masuk mengendap-endap, kucing saja aku tahu jika menatap
Jengah ada dihadap
Kau pulang sudah siap kudap
Hanya mampir basah sedap

Jangan lupa aku ini wanita jalang!

Sleeping in Nowhere 

I dreamt about moon
Somewhere between ocean and the sky
The swish of the wind so calming
My head swirl with the waves

I’m so far away from my consciousness
The dream pull me away
Reality on my back, I can not reach
The voices of people killing me

I dreamt about moon
So bright so comfort,
I opened my eyes

I slept under the lamppost
Somewhere in between street and the sky

EA/SK

Rindu Kata-kata

Sialan!
Malam ini aku merindu
Padahal jelas sekali aku bosan
Tapi rasanya beda
Entah mengapa

Sosoknya tak pernah kutemui
Hanya berlindung pada kata-kata
layar kaca
Tapi kenapa
aku bisa rindu?

Rasanya terpacu untuk merindu
Dalam malam yang malu-mau
Tapi aku mau
Aku rindu

Pergi

Membaur aku bersama malam
Juga bersama udara sisa hujan seharian
Tiba-tiba aku ingin pergi
Ke stasiun
Pagi-pagi.

Lalu aku pergi ke stasiun pagi-pagi
Balapan dengan matahari juga kepakkan burung gereja
Ku beli tiket untuk seorang

Dan berangkatlah aku
Menuju tempat yang tiada ku rencanakan.
Membaur bersama malam
Juga bersama sisa hujan seharian

Tiba-tiba aku ingin pergi
Tetapi
roda
masih berputar

Dan aku tiada mungkin pergi
lagi.

Aku Membunuhnya

Pelan-pelan aku membunuhnya
Lelaki yang kukenal belum lama
Aku menyeringai, menyerupai kekasihnya
Dalam bentuk paling sempurna, tentunya

Lalu aku bermain-main dengannya
Tidak lupa ku beri mantra sedernaha
Agar ia tak ingat apa-apa

Pelan-pelan aku membunuhnya
Dalam nyanyian yang tiada merdu jika didengar
Tiada indah jika dibayangkan
Tiada nada jika dinalar

Pelan-pelan membunuhnya,
Dengan pelbagai bisikan dari kekasihnya

Sedang Ingin

Aku sedang ingin bercumbu, diantara rerumputan yang berembun

Dipacu waktu, sebab ingin sejak lama

Ingin yang dihadirkan, jua dihardik-hardik

Tidak bernorma katanya

Namun, tak apakah terlanjur?

Pelan-pelan angin menegur, tirai itu tersibak

Bidang berbentuk tembok menyeringai

Aku pasrah sudah

Lalu basah

Sekali lagi kain itu tersibak

Lalu diam,

Diam-diam kami merayakannya.