Aku akan Mengujungimu

Diantara terang bulan dan fajar, mungkin aku akan mengunjungimu
Untuk sekedar bertukar sapa atau hanya berdiam saja
Dan bukankah diam adalah bahasa paling manis setelah perpisahan?
Lalu aku akan terpaku melihatmu yang kian memendar cahayanya

Tuanku
Adakah aku masih berjaya pada dadamu itu?
Yang degubnya selalu ku rindu, yang rengkuhnya selalu ku sapa

Tuanku
Dari dadaku yang paling damai,
tidakkah kau merindu masa-masa itu?

Berduka

Mungkinkah aku hanya menyimpanmu sebagai luka? Sebab tuan sudah bersama nona manis itu. Benarkah tuan, dunia ini hanya inginkan ku menyerah? Sebab tiada lagi yang harus kupertahankan. Bagaimana jika aku masih saja pada tempat yang sama? Sebab, aku masih penuh dengan penyangkalan.

Tuan, aku masih berduka.

Pada taman kota yang cerah,

Aku tiada tergugah

Untuk beranjak.

Sebab tuan, aku masih berduka.

Dunia menyimpan

Aku tahu, dunia menyimpan kisahnya sendiri

Ada mimpi-mimpi yang harus selesai

Yang ditimpa oleh mimpi sebelumnya

Mimpi-mimpi yang disimpan,

dalam sebuah cawan waktu

yang menerus meminta sedikit cahaya masuk

kepada gelap.

 

Aku tahu, dunia menyimpan kisahnya sendiri

Agar orang seperti aku ini

Tidak tahu

Seperti apa akhirnya

Meskipun telah diberi petunjuk-petunjuk

Darinya.

 

Aku tahu, dunia menyimpan kisahnya sendiri

Agar manusia sepertiku

Dapat

Tahu diri.

 

Aku tahu, dunia menyimpan kisahnya sendiri

Untukku

Juga

Kamu

Yang sudah tidak sendiri.