SULIT

Segelintir rindu, perawan malu-malu jatuhkan diri dari angkuhnya pagi
Kapan siap akan berpulang kurang peduli jika karam
Kepalang sayang nasi basi dilumat juga
Peduli setan katamu lantang

Sisa semalam cuma kita rasa, ampun-ampun kataku kelelahan
Sisa pesta kemarin juga masih lekat
Sisa rangkul perpisahan harumnya begitu lengket
Aku tolak sedu sedan

Advertisements

EH.

Eh,
Mata itu
Tatapnya tajam
Teduh pula

 

Eh,
Jabat tangan itu
Sudah siap buat akhir
Ya getir

 

Eh,
Masuk aku dalam dekap
Seperti di sekap
Enggan ku singkap

Rindu Kata-kata

Sialan!
Malam ini aku merindu
Padahal jelas sekali aku bosan
Tapi rasanya beda
Entah mengapa

Sosoknya tak pernah kutemui
Hanya berlindung pada kata-kata
layar kaca
Tapi kenapa
aku bisa rindu?

Rasanya terpacu untuk merindu
Dalam malam yang malu-mau
Tapi aku mau
Aku rindu