Seru(!)

/1/
Aku kesulitan untuk palingkan gurat-gurat senyum yang jika semakin diperhati semakin indah saja
yang jika didelik selalu dalam aku durja
Pasti memori itu datang pada sela hujan bersama senja
tak urung buat otakku keras sekali bekerja

/2/
Kita barangkali tak biasa
bagaimana hiruk pikuk rupa kenangan hampir tidak pernah ku timbun
Biar kamu yang kubur
aku tiada kuasa
Tidak lagi duka bisa ku emban
Keluh hati sengaja ku tekan

/3/
Kamu tetap hijau
tampak selalu begitu tanpa ada ubah
Kamu tahu bahwa kamu yang isi ruang-ruang kosong dalam aku
itu absah
Kamu adalah rupa candu yang kacaukan aku dalam ingin temu

Advertisements

SULIT

Segelintir rindu, perawan malu-malu jatuhkan diri dari angkuhnya pagi
Kapan siap akan berpulang kurang peduli jika karam
Kepalang sayang nasi basi dilumat juga
Peduli setan katamu lantang

Sisa semalam cuma kita rasa, ampun-ampun kataku kelelahan
Sisa pesta kemarin juga masih lekat
Sisa rangkul perpisahan harumnya begitu lengket
Aku tolak sedu sedan