Tenang Saja

Jangan lupa aku masih ada
Sedang rupaku kau tiadakan
Tidak apa, sayang
Toh bulan tak pernah rewel meski hanya setengah

Aku tak mengapa
Tahu aku, kau memang sudah lupa
Tapi aku tetap tak mengapa
Tenang saja!

Ingat ya, tetap saja kau tidak bisa
Kau bukan lupa
Tapi aku yang hampa
Tepis kesal tetap bebal

Advertisements

Jalang

Jangan hidupi aku dengan sederhana, sebab langit mencipta hujan sungguh kesulitan
Aku ini wanita jalang,
bisa buat kau senang
pun yang lain kubikin malang

Jangan masuk mengendap-endap, kucing saja aku tahu jika menatap
Jengah ada dihadap
Kau pulang sudah siap kudap
Hanya mampir basah sedap

Jangan lupa aku ini wanita jalang!

Kucuri Kamu, dalam Ingatan Pagi

Sore ranum, senja harum
Kupetik kata-kata yang telah ada
Kadang kala hilang santun kuhabisi saja dengan mengulum
Hingga kamu jatuh tak sadar aku tiada

Pagi-pagi aku bangun mendengar suara dentuman dari jauh, mendekat, jauh lagi. Rupanya matahari sedang bertengkar dengan bulan, suasana jadi kacau. Sebentar terang sebentar gelap sebentar lagi, mungkin kiamat, gumamku. Buru-buru kuciumi selimut yang tertinggal wangi badanmu, wangi khas badanmu saat pagi yang membuatku candu untuk bangun lebih subuh lagi dan lagi. Kemudian ku kemas selimut itu, kumasukkan pakaianku –juga kamu tentu– dan membungkusnya dengan rapat pada segala sisi.

Matahari dan bulan masih beradu kuat, belum juga ketahuan siapa pemenangnya. Sebelum keluar rumah, kucari kacamata hitam pemberianmu saat aku wisuda beberapa waktu lalu. Setelah memakainya, keluarlah aku dari rumah dengan menenteng-nenteng selimut berisi kain-kain yang ternyata lumayan berat.

“Sekarang giliran matahari!!!!!!!!!” teriakku keras sekali sampai membuat duo adu kekuatan itu menengok kearahku.

“Apa liat-liat???!!” teriakku lagi, keras sekali.

Mereka diam. Mungkin, pikir mereka, betapa hebatnya ada manusia yang bisa berteriak dengan songong dan mencoba untuk menghentikan mereka. Hahahaha. Aku memang jago.

“CEPAT PERGI BULAN!!!!!!!!!!! WAKTUMU SUDAH SELESAI!!!!!!! INI SEHARUSNYA PAGI HARI, BUKAN MALAM!! JANGAN GOBLOK!!” makiku, sebelum aku sadar tenggorokkanku mulai serak.

Si bulan kemudian memandang matahari dengan sengit, begitu pula sebaliknya. Dan si matahari dengan sombong menendang perut bulan kencaaaang sekali sampai-sampai bulan hilang seketika dari langit yang seharusnya pagi.

Lalu matahari bertanya padaku, “mengapa kau membantuku? Sementara manusia lain tidak ada yang peduli padaku?”

Aku mendengus, “aku sebenarnya benci ketika kamu datang. Sebab kekasihku akan menghilang dan hanya baunya yang tertinggal pagi hari.”

“Lalu?” tanya matahari penasaran.

“Tapi aku lebih kesal lagi kalau kalian bertengkar seperti tadi! Semakin lama kalian bertengkar, semakin lama waktu kekasihku kembali! Dasar tidak sopan!”

Matahari kemudian meminta maaf dan ia berjanji tidak akan mengulanginya pada lain waktu.

Sebelum aku pergi, ia bertanya, “akan kemana kau, manusia? Dengan kain tebal yang kau pikul itu?”

Aku mendelik sebentar, “mencuri ingatan tentang kekasihku.”

EA/SK

Sleeping in Nowhere 

I dreamt about moon
Somewhere between ocean and the sky
The swish of the wind so calming
My head swirl with the waves

I’m so far away from my consciousness
The dream pull me away
Reality on my back, I can not reach
The voices of people killing me

I dreamt about moon
So bright so comfort,
I opened my eyes

I slept under the lamppost
Somewhere in between street and the sky

EA/SK

Aku akan Mengujungimu

Diantara terang bulan dan fajar, mungkin aku akan mengunjungimu
Untuk sekedar bertukar sapa atau hanya berdiam saja
Dan bukankah diam adalah bahasa paling manis setelah perpisahan?
Lalu aku akan terpaku melihatmu yang kian memendar cahayanya

Tuanku
Adakah aku masih berjaya pada dadamu itu?
Yang degubnya selalu ku rindu, yang rengkuhnya selalu ku sapa

Tuanku
Dari dadaku yang paling damai,
tidakkah kau merindu masa-masa itu?

Why Don’t You Come Over Me?

Why don’t you come over me?

Tell me your story from A to Z
I will be your loyal listener

Tell me your stupid jokes
that makes my eyes rolling

Tell me that you are angry
I’ll sending you that person for a thousand apologies

Tell me if you are sad
and I can be your perfect place to lean on

Tell me if you wanna cry
so I can wipe your river tears with my words

Darling,
you can trust me,
incase you have no believe in people

So…..
Why don’t you come over?

Rindu Kata-kata

Sialan!
Malam ini aku merindu
Padahal jelas sekali aku bosan
Tapi rasanya beda
Entah mengapa

Sosoknya tak pernah kutemui
Hanya berlindung pada kata-kata
layar kaca
Tapi kenapa
aku bisa rindu?

Rasanya terpacu untuk merindu
Dalam malam yang malu-mau
Tapi aku mau
Aku rindu