Jangan Ambil Pusing

Kamu selaku jantan tangguh
Genap malu sisakan halu
Gerak itu tiada yang bisa rasa
Detak ceracau waktu bukan iba

Kamu selaku lelaki yang tahu
Lupa rupamu bukan Tuhan
Sesalkan napsu juga do’a
Terpogoh-pogoh baca pikiran

Sayang,
Harus kubelai lagi kepala itu
Agar rasanya bisa kau ingat lagi
Agar tak lupa laku mu manusia biasa

Sini,
tak perlu pongah
akupun ogah.

Advertisements

Awal Mula

Kamu dipermainkan
Semesta enggan selalu bekerja sama
ada pada pihak yang berdaya
Sekarang kamu diseduh malam
kian larut kian masam

Aku dipermainkan
oleh konsep takdir pelupa
yang bisu pada keadaan
tiada bisa pura-pura tutup kenyataan

Mono-Lana

Punggung itu simpan kisah
pada lalu lalang kota besar juga damai yang padat tanpa ada jengat
Rupa-rupa hidup terbuai disana, tempat palung diri terberai bersama dengan hangatnya
Lalu aku hidup, kembali untuk yang sama meski bahayanya selalu menyapa, ruam-ruam takdir dicipta entah untuk apa
Malam ini sekian kali, kala hati dibelai dengan khusyuk sayup-sayup desaunya merajuk
Bisa apa aku ini? Kalau menolak saja aku enggan. Jangan tanya sebab tahu jawabnya
Maka kubiarkan saja asanya menghardik, tetap tenang diam tiada bergidik
Sebab aku sangat letih, namun kembali pulih
Kini aku pulang, pada punggungnya, dadanya, hatinya, peluknya
Tualang Kelana kuharap usai disini
Selamanya.

Jumpa Nona

Rekam jejak pada kamu yang hilang
Dawai-dawai senandungkan pilu
Harap temu seperti halu
Ada jarak sisipan penuh kilang

Siapa sangka aku haus temu
Tiada lain ya kamu melulu
Ah aku malu
Kemudian aku tanya,
“kasih kah yang membawamu?”
Getir sungkan sembunyi,
“waktu tersimpan kasih pada duka paling baru, itu kamu”.

Semoga (Ti)ada Akhir

Kami pecah dalam sajak
Buaian kebahagiaan mencapai puncak
Nikmat tiada tanding
Elu-elukan masa tua
adalah satu pada kami buat pusing

Sampai pergi angin lalu
Keringat baurkan malam hangat
Ketawanya haha hihi
Lebih seram dari kunti,
lembut gemuruh sunyi peti

Kembali lagi untuk diri
pada pertemuan paling cantik
Meski bising dalam khidmat
Ini bukan puisi,
tapi isi hati.