Tak Sampai

Lima belas ke dua belas
Luka yang ada membekas
Menjadi gulungan takdir tak perlu dibahas
Ruam-ruam yang tersisa kebas

Tak usah dibalas, sebab aku kian basah akan kasih yang tak jelas

Tak usah dipacu, sebab kau kian kering meskipun basah telah memelas

Aku terhuyung, bak kapas, aku terhempas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s