Izinkanku Mengingat

Tuan, izinkan aku mengingatmu. Tentang irama pagi hari yang lembut pada telinga, juga tentang teh manis hangat sesaat sebelum perpisahan.

Tuan, izinkan aku mengingatmu. Tentang ketukan langkah kaki yang

sama

setiap pulang kantor,

juga tentang kecupan ringan pada keningku sebelum tidur.

Tuan,

izinkan aku mengingat-ingat remahan kenangan yang

semakin hilang

bersama kamu

yang kian tenggelam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s