Berduka

Mungkinkah aku hanya menyimpanmu sebagai luka? Sebab tuan sudah bersama nona manis itu. Benarkah tuan, dunia ini hanya inginkan ku menyerah? Sebab tiada lagi yang harus kupertahankan. Bagaimana jika aku masih saja pada tempat yang sama? Sebab, aku masih penuh dengan penyangkalan.

Tuan, aku masih berduka.

Pada taman kota yang cerah,

Aku tiada tergugah

Untuk beranjak.

Sebab tuan, aku masih berduka.

Advertisements

16 thoughts on “Berduka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s